Mengapa Kasus Kanker Jantung Jarang Ditemukan?

Berita 17/12/2018
Mengapa Kasus Kanker Jantung Jarang Ditemukan? (Yurchanka-Siarhei/Shutterstock)

Kanker paru-paru, kanker prostat, dan kanker payudara mungkin Anda sering mendengarnya. Lalu, bagaimana dengan kanker jantung? Pernahkah Anda mendengarnya? Sebenarnya penyakit ini benar-benar ada, hanya saja kasusnya sangat jarang.

Kanker jantung, atau disebut juga dengan tumor jantung primer, adalah tumor yang tumbuh di jantung. Sebagian besar tumor jantung primer bersifat jinak, dan sering kali tumor jinak ini tidak menimbulkan gejala. Sementara tumor jantung primer yang bersifat ganas jarang terjadi. Ketika itu terjadi, ia cenderung menjadi kanker agresif yang sangat sulit diobati secara efektif dan biasanya fatal.

Sekali lagi, kanker jantung memang ada tapi sangat langka kasusnya. Menurut Salim Hayek, MD, seorang ahli jantung di University of Michigan Frankel Cardiovascular Centre, kanker jantung primer terjadi pada sekitar 50 orang dalam 1 juta populasi.

Setuju dengan pernyataan Hayek, Timothy J. Moynihan, MD, dokter dan penulis di Mayo Clinic mengungkapkan bahwa ada satu studi yang meneliti lebih dari 12.000 otopsi dan hanya menemukan 7 kasus tumor jantung primer. Itu menunjukkan betapa langkanya kasus ini.

Mengapa kasus kanker jantung jarang terdengar?

Untuk memahami mengapa kanker jantung sangat langka, penting untuk mengetahui bagaimana kanker tumbuh dan menyebar.

Steve Xydas, MD, kepala Columbia University Division of Cardiac and Thoracic Surgery di Mount Sinai Medical Center mengatakan bahwa ketika sel-sel tubuh Anda tumbuh dan membelah, mutasi dapat terjadi baik dari faktor genetik atau lingkungan. Sel-sel yang bermutasi ini tumbuh dengan cepat dan membelah, mengabaikan sinyal yang dirancang untuk memberitahu mereka untuk mati. Akhirnya, mereka dapat membentuk tumor.

Hanya saja, di jantung, sel-sel yang ada tidak bisa membelah yang artinya tidak bisa mengembangkan sendiri tumor tersebut. Inilah yang membuat jantung tidak rentan terkena kanker, atau kanker jantung sangat langka. Namun sayangnya, faktor tersebut – sel-sel yang tidak bisa membelah – justru membuat jantung lebih rentan terhadap penyakit lainnya.

Alasan lainnya mengapa kanker jantung jarang terjadi adalah karena penyebaran kanker jantung bisa berasal dari kanker lain. Terutama dari melanoma, leukemia, limfoma, paru-paru, payudara, esofagus. Karena itu, orang akan fokus pada kanker yang pertama, bukan saat sudah menyebar ke jantung.

Menurut Dr. Hayek, hampir 10 persen kasus kanker yang fatal menyebar ke jantung. “Ketika menyebar, kanker ini mencapai organ jantung melalui aliran darah, atau melakukan invasi langsung melalui jaringan sekitarnya, seperti pada kanker payudara,” kata Dr. Hayek.

Selain itu, kasus kanker jantung sangat langka karena gejalanya cenderung mirip dengan gangguan jantung lainnya, seperti nyeri dada, palpitasi, dan sesak napas. Kelelahan dan penurunan berat badan juga sering terjadi.

Perlu diperhatikan juga, gejala kanker jantung bisa berbeda-beda tergantung pada sisi tubuh yang terpengaruh. Misal, tumor di sisi kanan dapat menyebar ke paru-paru dan menyebabkan sesak napas, sementara yang di sebelah kiri bisa menyebabkan stroke jika akhirnya menyebar ke otak.

Itulah sebabnya mengapa kanker jantung jarang terdengar kasusnya. Kanker jantung bisa muncul karena penyebaran dari kanker lain dan ini membuat deteksinya tidak berfokus pada jantung. Selain itu, gejala kanker jantung dapat mirip dengan gangguan jantunglainnya sehingga tidak mudah untuk mendiagnosisnya. Jika Anda mengalami kondisi gejala yang mengarah pada penyakit jantung, segeralah konsultasi kepada dokter agar segera ditangani.

[RS/ RVS]

Sumber : www.klikdokter.com