Makanan Organik Bisa Cegah Kanker, Benarkah?

Berita 19/12/2018
Makanan Organik Bisa Cegah Kanker, Benarkah? (Peangdao/Shutterstock)

Bila mengunjungi supermarket, Anda akan menemukan banyak makanan dengan label “organic”. Bahan makanan jenis ini biasanya dipatok dengan harga yang lebih mahal. Meski demikian, produk-produk organik kini sangat diminati masyarakat karena dianggap lebih sehat. Bahkan, tak sedikit yang percaya bahwa makanan organik bisa mencegah penyakit kanker.

Kanker masih menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang. Pasalnya, kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pola makan yang kurang sehat disinyalir menjadi penyebab utama peningkatan risiko terjadinya kanker. Dan orang-orang meyakini bahwa mengonsumsi makanan organik dapat menekan sel-sel kanker dalam tubuh.

Makanan organik adalah makanan yang dalam proses penanaman, pemeliharaan, atau pengolahannya tidak menggunakan bahan kimia. Pupuk kimia, pestisida, antibiotik, hormon, pengawet, pewarna, atau bahan sintetik lainnya adalah contoh dari bahan kimia.

Selain itu, makanan organik juga tidak diizinkan menggunakan radiasi maupun manipulasi genetik. Hal ini dapat mengurangi residu zat kimia yang masuk ke dalam tubuh manusia saat mengonsumsi makanan organik tersebut. Karena proses inilah, makanan organik dianggap lebih sehat dibandingkan makanan non-organik.

Apa saja makanan organik yang dapat Anda konsumsi? Berikut adalah bahan-bahan makanan organik yang telah banyak tersedia di pasaran.

  1. Buah dan sayur organik

Buah dan sayur organik adalah jenis makanan organik yang paling sering dan mudah ditemukan. Mereka ditanam tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia buatan, sehingga lebih aman bagi Anda dan keluarga.

  1. Daging organik

Daging organik berasal dari daging hewan potong yang tidak mendapat suntikan antibiotik ataupun hormon dalam perawatannya. Ada pula hewan potong yang hanya mengonsumsi rumput organik sebagai makanannya.

  1. Produk susu organik

Susu organik merupakan susu yang diperah dari hewan yang tidak mendapatkan antibiotik maupun hormon. Sedangkan produk turunan susu organik adalah produk yang diolah dengan menggunakan susu organik.

  1. Ikan organik

Ikan organik biasanya dipelihara dan dibudidayakan di peternakan khusus dan hanya mengonsumsi makanan organik. Sebaliknya, ikan yang ditangkap di laut lepas tidak dapat diberi label organik.

Penelitian mengenai makanan organik dan kanker

Sayangnya, sampai saat ini belum banyak data penelitian yang menyatakan bahwa makanan organik lebih unggul secara signifikan dibandingkan dengan makanan non-organik.

Namun pada tahun 2015, The International Agency for Research on Cancer mengelompokkan tiga jenis pestisida yang sering digunakan dalam bidang agrikultur, yaitu malation, glifosat, dan diazinonBerdasarkan penelitian, ketiganya dinyatakan bersifat karsinogenik atau memicu kanker pada manusia.

Disebutkan juga bahwa pada paparan okupasional (paparan yang terjadi di tempat kerja), malation berkaitan dengan kanker prostat. Sementara diazinon berhubungan dengan kanker paru-paru. Ketiga pestisida ini juga dihubungkan dengan kanker limfoma non-Hodgkin.

Di Amerika Serikat, lebih dari 90% populasi terdeteksi pestisida pada pemeriksaan urine dan darah. Hal ini sungguh miris karena dapat disimpulkan bahwa makanan sehari-hari yang mereka konsumsi dapat bersifat karsinogenik akibat pestisida di dalamnya.

Penelitian mengenai makanan organik dan kaitannya dengan penyakit kanker harus terus dikembangkan. Sehingga makin kuat fakta yang menyatakan bahwa makanan organik dapat mencegah kanker. Namun, tak ada salahnya mulai beralih menjadi konsumen makanan organik demi meminimalkan paparan pestisida dan bahan kimia lainnya yang masuk ke dalam tubuh.

[RS/ RVS]

Sumber : www.klikdokter.com | dr. Theresia Rina Yunita